Perawatan vulnus
Pengertian
Vulnus/luka
adalah rusaknya barrier pertama bagi tubuh, dimana dengan adanya luka
menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami resiko infeksi karena luka
merupakan “port de entry” (pintu masuk) kuman.
Jenis
luka menurut tipe:
-
Clean wound/luka bersih
Luka
yang dibuat oleh karena tindakan operasi dengan tehnik steril, pada daerah body
wall dan non contaminated deep tissue (tiroid, kelenjar, pembuluh darah, otak,
tulang)
-
Clean contaminated
wound
Luka
yang terjadi karena benda tajam, bersih dan rapi, lingkungan tidak steril atau
operasi yang mengenai daerah small bowel dan bronchial.
-
Contaminated wound
Luka
ini tidak rapi, terkontaminasi oleh lingkungan kotor, operasi pada saluran
terinfeksi (large bowel/rectum, infeksi bronchial, infeksi perkemihan)
-
Infected wound
Luka
ini diikuti oleh adanya infeksi, kerusakan jaringan, serta kurangnya
vaskularisasi pada jaringan luka.
Jenis vulnus secara umum:
-
Luka tertutup (closed
wound)/(vulnus occlusum)
a. Luka
memar (vulnus contusum)/(contusion)
b. Vulnus
traumaticum (bula, hematoma, sprain, dislokasi, close fracture, laserasi organ
dalam)
-
Luka terbuka (open
wound)/(vulnus appertum)
a. Luka
lecet (vulnus exoriatio)
b. Luka
sayat (vulnus insisivum/scissum)
c. Luka
robek (vulnus laceratum)
d. Luka
tusuk (vulnus punctum)
e. Luka
potong (vulnus cacsum)
f. Luka
tembak (vulnus sclopetorum)
g. Luka
gigit (vulnus morsum)
h. Luka
avulsi
Pembahasan
:
![]() | |
luka lecet |
a. Luka
lecet/abrasi/babras/vulnus exorasi
-
Karena gesekan tubuh
dengan benda benda rata, misalnya semen, aspal, tanah
-
Mengenai sebagian/seluruh
kulit
-
Tidak dalam
(superficial) tidak sampai jaringan subcutis
-
Sangat nyeri karena
banyak ujung saraf yang terluka
luka sayat |
b. Luka
sayat (vulnus insisivum/scissum)
-
Penyebab dari luka
jenis ini adalah sayatan benda tajam atau jarum
-
Merupakan luka terbuka
akibat dari terapi untuk dilakukan tindakan invasive
-
Tepi luka tajam dan
licin
c. Luka
robek (vulnus laceratum)
-
Banyak terjadi karena
benda tajam atau tumpul
-
Benda tajam: tepi luka
rata teratur
-
Benda tumpul: tepi luka
tidak rata dan tak teratur
-
Bentuk luka robek: lurus,
lengkung, patah, atau berbentuk bintang (stelat)
![]() | |
luka tusuk |
d. Luka
tusuk (vulnus punctum)
-
Disebabkan benda
runcing memanjang
-
Dari luar luka tampak
kecil, tetapi di dalam mungkin rusak berat
-
Sebaiknya dilakukan
ekplorasi atau membuka dan melebarkan luka
-
Mudah terjadi infeksi
bakteri anaerob (tetanus)
e. Luka
potong (vulnus cacsum)
-
Karena oleh benda tajam
yang besar disertai tekanan, misalnya kapak
-
Tepi luka tajam dan
rata dan luka sering terkontaminasi oleh karena itu kemungkinan infeksi lebih
besar
![]() | |
luka tembak |
f. Luka
tembak (vulnus sclopetorum)
-
Karena tembakan, granat
dan sebagainya
-
Tepi luka tidak teratur
-
Benda asing (corpus
alineum) dijumpai dalam luka
-
Kemungkinan infeksi
dengan bakteri anaerob dan gas gangrene lebih besar
![]() | |
luka gigit |
g. Luka
gigit (vulnus morsum)
-
Disebabkan oleh gigitan
binatang atau manusia
-
Bentuk tergantung dari
bentuk gigi penggigit
-
Kemungkinan infeksi
lebih besar
![]() | |
luka avulsi |
h. Luka
avulse
-
Kulit dan jaringan
bawah kulit terkelupas, tapi sebagian masih ada hubungan dengan tubuh
-
Perlu penangan khusus
i.
Jenis luka lain: Luka
hancur
-
Sulit digolongkan pada
salah satu jenis luka
-
Jaringan hancur
-
Banyak jaringan non
vital
-
Sering amputasi
Penilaian
luka
a. Sekeliling
kulit
Penilaian
warna, kelembapan, fleksibilitas
b. Ukuran
dan dalam luka
c. Tepi
luka
Penilaian
tepi luka dan pelekatan ke dasar luka
d. Bed
luka
Penilaian
jaringan Nekrotik/non vital, jaringan Granulasi, fibrin, eksudat, kolonisasi
bakteri
Alat
(instrument) heacting
-
Naald Voeder (Needle
Holder) atau pemegang jarum biasanya satu buah
-
Pinset chirrugis atau
pinset bedah satu buah
-
Gunting benang satu
buah
-
Jarum jahit, tergantung
ukuran cukup dua buah saja
-
Lain-lain: doek lubang
steril, kasssa steril
Jenis-jenis
benang
1. Benang
yang dapat diserap (absorbable Suture)
a. Alami
(Natural)
o Plain
cat gut: dibuat dari bahan kolagen sapi atau domba. Benang ini hanya memiliki
daya serap pengikat selama 7-19 hari dan akan diabsorbsi secara sempurna dalam
waktu 70 hari.
b. Buatan
(synthetic)
o Benang-benang
yang dibuat dari bahan sintetis, seperti polyglactin (merk dagang vicryl atau
safil), polyglycapron (merk dagang monocryl atau monosyn) dan polydioxanone
(merk dagang PDS II). Benang jenis ini memiliki daya pengikat lebih lama, yaitu
2-3 minggu, diserap secara lengkap dalam waktu 90-120 hari.
2. Benang
yang tak dapat diserap (nonabsorbable suture)
a. Alamiah
(natural)
o Dalam
kelompok ini adalah benang silk (sutera) yang dibuat dari protein organic
bernama fibroin, yang terkandung di dalam serabut sutera hasil produksi ulat
sutera.
b. Buatan
(synthetic)
o Dalam
kelompok ini terdapat benang dari bahan dasar nylon (merk dagang ethilon atau
Dermalon). Polyester (merk dagang mersilene) dan poly propylene (merk dagang
prolene)
Persiapan
penjahitan kulit
-
Rambut sekitar tepi
luka dicukur sampai bersih
-
Kulit dan luka
didesinfeksi dengan cairan betadine 10% dimulai dari bagian tengah kemudian
menjauh dengan gerakan melingkar
-
Daerah operasi
dipersempit dengan duk steril, sehingga bagian yang terbuka hanya bagian kulit
dan luka yang akan dijahit
-
Dilakukan anestesi
lokal dengan injeksi infiltrasi kulit sekitar luka
-
Luka dibersihkan dengan
cairan perhydrol dan dibilas dengan cairan NaCl
-
Jaringan kulit,
subkutis, fascia yang mati dibuang dengan menggunakan pisau dan gunting
-
Luka dicuci ulang
dengan pehydrol dan dibilas dengan NaCl
-
Jaringan subcutan
dijahit dengan benang yang dapat diserap yaitu plain catgut atau poii glactin
secara simple interrupted suture
-
Kulit dijahit benang
yang tak dapat diserap yaitu silk atau nylon
Teknik
penjahitan kulit
Prinsip
yang harus diperhatikan:
-
Cara memegang kulit
pada tepi luka dengan surgical forceps harus dilakukan secara halus dengan
mencegah trauma lebih lanjut pada jaringan tersebut
-
Ukuran kulit yang
diambil dari kedua tepi luka harus sama besarnya
-
Tempat tusukan jarum
sebaiknya sekitar 1-3 Cm dari tepi luka. Khusus: daerah wajah 2-3 Mm
-
Jarak antara dua
jahitan sebaiknya kurang lebih sama dengan tusukan jarum dari tepi luka
-
Tepi luka diusahakan
dalam keadaan terbuka keluar (everted) setelah penjahitan
Simple
interupted suture
-
Indikasi: pada semua
luka
-
Kontra indikasi: tidak
ada
-
Teknik penjahitan:
o Jarum
ditusukkan pada kulit sisi pertama dengan sudut sekitar 90 derajat, masuk
subcutan terus kesisi kulit lainnya.
o Lalu
diingat lebar dan kedalaman jaringan kulit dan subcutan diusahakan agar tepi
luka yang dijahit dapat mendekat dengan posisi membuka kearah luar (everted)
o Dibuat
simpul benang dengan memegang jarum dan benang diikat
o Penjahitan
dilakukan dari ujung luka ke ujung luka yang lain
Subcuticuler
continous suture
-
Indikasi: luka pada
daerah yang memerlukan kosmetik
-
Kontra indikasi:
jaringan luka dengan tegangan berat
o Pada
teknik ini benang ditempatkan bersembunyi dibawah jaringan dermis sehingga yang
terlihat hanya bagian kedua ujung benang yang terletak di dekat kedua ujung
luka
o Tusukkan
jarum pada kulit sekitar 1-2 Cm dari ujung luka keluar di daerah dermis kulit
salah satu dari tepi luka.
o Benang
kemudian dilewatkan pada jaringan dermis kulit sisi yang lain, secara
bergantian terus menerus sampai pada ujung luka yang lain, untuk kemudian
dikeluarkan pada kulit 1-2 Cm dari ujung luka yang lain.
o Dengan
demikian maka benang berjalan menyusuri kulit pada kedua sisi secara parallel
disepanjang luka tersebut.
Komplikasi
penyembuhan luka
-
Infeksi
o Gejala
dari infeksi sering muncul dalam 2-7 hari setelah pembedahan (KDRT fungsilaesa)
-
Pendarahan
o Dapat
menunjukkan suatu pelepasan jahitan, sulit membeku pada garis jahitan, infeksi,
atau erosi dari pembuluh darah oleh benda asing (misalnya drain)
o Jika
pendarahan berlebihan terjadi, penambahan tekanan balutan luka steril,
pemberian cairan dan intervensi pembedahan mungkin diperlukan.
-
Dehiscence dan
eviscerasi
o Dehiscence
adalah terbukanya lapisan luka partial atau total
o Eviscerasi
adalah keluarnya pembuluh melalui daerah irisan
o Segera
ditutup dengan balutan steril yang lebar, kompres dengan normal saline dan
siapkan untuk segera dilakukan perbaikan.
No comments:
Post a Comment